With hundreds of ethnics that come from more than 13000 islands spreading from west to east, no wonder Indonesia has lots of different kind of ethnical music. Almost every side of Indonesia has their own kind of music, and for some musicians these ethnical music often blend with the familiar style like rock or jazz.This time an amazing ethnic-blended fusion comes from the land of Gods, Bali. They’re cool, combining modern japanese-style fusion with gamelan and traditional musics of Bali in one groovy jazz. Kulkul is absolutely amazing, outstanding and genious. With all the respect to all the personnel, the highlight of this group is the drummer, Demas Narawangsa. He’s still 14, but he has started his career from the age of 7, when he won the first prize for Indonesian Expo Drum Competition, back in 2000. When he reached 12 year old, he formed this band along with some friends.Not only Demas is great in this band. The other member performed outstandingly too. Ethnical instruments speak in their songs, such as Balinese gamelan, blended perfectly with guitar, violin etc, in a really fun-playing rhythm. Their performance always speak a lot about Bali through each and every song they play, and it’s unbelievable to experience Balinese music fused perfectly as one with Casiopea’s style.
Kulkul are:
Demas Narawangsa (Demas) (Drum, Kempluk)
Sigit Ardityo Kurniawan (Didit) (Violin)
RM Aditya Andriyanto (Adit) (Keyboard)
Adman Maliawan (Awan) (Bass)
I Ketut Budiyasa (Kendang, Gangsa Pemade, Kulkul)
I Komang Sumada (Flute, Gangsa Pemade, Cengceng Kopyak, Kulkul)
I Wayan Sudiarta (Cengceng, Gangsa Kantilan)
I Wayan Sudarsana (Kulkul, Gangsa Kantilan, Cengceng Kopyak)
Source: http://jazzuality.com/indonesian-jazz-artists/kulkul-band/
Kegiatan Bali Jazz Merah Putih (JMP) yang tahun ini memasuki usia penyelenggaraan tahun ke-4 akan kembali digelar di arena terbuka dikawasan Mal Galleria Bali. Tepatnya hari Sabtu, 20 Agustus 2005.
Sejumlah kelompok jazz dari Bali maupun kota-kota lain di Indonesia serta musisi tamu dari mancanegara juga akan tampil memeriahkan kegiatan yang awalnya dari sebuah acara bertajuk Bali Jazz Parade.
Kegiatan ini merupakan eksistensi yang dibentuk dari community development sehingga diharapkan akan memberikan manfaat bukan saja bagi peningkatan apresiasi musik Jazz di Bali, namun juga kepada seluruh komponen yang terlibat di dalamnya termasuk masyarakat, musisi, pendukung acara, dan sponsor.
A Mild Live Production Jazz Merah Putih, demikian titel acara ini, dibuat dalam format Casual Gathering, demikian release yang diterima WartaJazz.com dari panitia penyelenggara yang terdiri dari Bali Jazz Forum dan Mata Pro.
Para musisi yang akan tampil dalam acara yang tidak dipungut biaya alias gratis ini antara lain, Koko Harsoe Trio, Jazztify, Xinau dan Erik & Friends featuring Sherly yang berasal dari Bali. Sementara musisi tamu yang akan memeriahkan acara tahun ini adalah kelompok multi-nasionalis Joe Rosenberg Quartet (USA, INA, HK, JAPAN) kemudian Rieka Roslan & Friends dan Kulkul Band, keduanya dari Ibukota Jakarta. Serta satu grup dari kota gudeg Yogyakarta, Tuti & Friends.
Sekilas penampil Kul Kul Band dari Jakarta
Kelompok ini terdiri dari Demas Narawangsa (Demas) pada Drum, Sigit Ardityo Kurniawan (Didit) pada Biola, RM Aditya Andriyanto (Adit) pada Keyboard, Adman Maliawan (Awan) pada Bass, I Ketut Budiyasa pada Kendang, I Komang Sumada pada Suling, I Wayan Sudiarta (Cengceng & Gangsa Kantilan) dan I Wayan Sudarsana (Kulkul, Gangsa Kantilan, & Cengceng Kopyak). Kulkul adalah kelompok musik tradisional modern beruansa Bali. Perpaduan unsur musik modern dan ramuan tradisional Bali membuat kelompok ini menjadi grup musik yang unik.
Untuk anda yang ingin memperoleh informasi atau keterangan lebih lanjut mengenai acara ini, dapat menghubungi Ayip - Bali Jazz Forum di telephone +62 361 481906.
KULKUL, is about young musicians whose vision is to craft an exquisite fuse of modern tunes and Balinese traditional mystical sounds. As a band, KULKUL dreams to seize and preserve the details that bring about the exotic aura of Bali and moreover, the Indonesia Archipelago. KULKUL’s musical inclination has received a very warm welcome from Lembaga Kesenian Bali Saraswati (The Balinese Art Foundation Saraswati headed by Mr. I Gusti Kompyang Raka). Their artistic alliance has given birth to a unique and alluring sound that enables the listeners to spontaneously recognize the strong characteristics KULKUL has embraced
Recent Comments